Bakarat lucky six - Bakarat lucky six

Genting Online Gambling_Betting app_Gaming industry_Bookmaker Ranking

  • 时间:
  • 浏览:0

SelBBaccarat casino advantageaccarat casiBaccarat casino advantageno advantageaBaccarat casino advantagema berBaccarat casino advantageKarier di dunia hiburan, Arief memang lebih dikenal sebagai sosok antagonis. Ketika penonton melihatnya, pasti yang ada di ingatan mereka adalah sosok yang bengis dan jahat. Arief berhasil mengukuhkan sosoknya sebagai seorang pria antagonis di mata penonton. Dia dipandang sebagai salah satu pesinetron antagonis yang sukses di dunia akting. Mungkin ada yang menyangka bahwa sosoknya memang galak beneran. Bagaimana dia mendalami perannya, selalu membuat penonton merasa terkuras emosinya, bahkan ikut gemas terhadap perannya.

Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, 66 tahun lalu ini memulai kariernya di dunia hiburan sejak tahun 1981. Kali pertama dia berperan dalam film Perawan-Perawan. Sedangkan sosok antagonisnya mulai dikenal di layar kaca saat membintangi film Sengsara Membawa Nikmat di tahun 1991. Dalam sinetron tersebut, Arief berperan sebagai Kacak, lelaki yang menentang dan benci akan sosok pemeran utama, si Midun. Matanya yang menyorotkan kebencian, kumis hitamnya, dan perkataannya yang selalu bernada tinggi, membuat Arief sangat cocok dengan peran antagonis.

Sosok Arief Rivan paling mendapatkan perhatian publik ketika dia membintangi sinetron si Yoyo pada tahun 2003 silam. Saking populernya, film ini sempat tayang sebanyak 156 episode. Arief yang berperan sebagai bapak Yoyo ini benar-benar mendalami peran antagonisnya. Dia selalu memarahi Yoyo, memukul anaknya itu sampai menangis, dan menyebutnya sebagai anak bodoh dan nggak berguna. Dia juga selalu terlihat emosi saat berhadapan dengan siapa saja. Hal ini membuat para penikmat sinetron kala itu ikut merasakan gejolak emosi. Mulai dari marah, takut, bahkan sedih sampai menangis.

Selamat jalan, Arief Rivan. Terima kasih sudah pernah menjadi bagian dari dunia hiburan Tanah Air! Semoga karyamu selalu dikenang.