Bakarat lucky six - Bakarat lucky six

Baccarat Live Entertainment_Online betting company_Download

  • 时间:
  • 浏览:0

SLotterLottery bettinLottery bettinggy bettLottery bettingingebLottery bettingagai penutup bacaan kali ini, Hipwee ingin menambahkan bahwa jangan lupa untuk saling support pasangan kalian ya! Pasangan yang berbeda keyakinan memang lebih banyak tantangannya, namun jika kalian berdua saling sayang kenapa tidak saling memperjuangkan? Ngomong-ngomong, siapa yang sudah pernah menjalani hubungan berbeda keyakinan?

Kalian akan menemukan banyak sekali perbedaan yang disebabkan oleh agama masing-masing. Tak hanya ritual saja, tradisi keluarga pun akan ikut berbeda. Tidak seharusnya kalian melepaskan tradisi dan ritual ini karena pacar. Misalnya: kalau kamu dan keluarga memang biasa pergi ke gereja di hari Minggu, relakanlah waktu nge-date kalian supaya jadwalmu ke gereja tidak terganggu. Kalau kamu pantang makan daging sapi sementara dia malah suka, jangan justru ikut-ikutan memakannya.

Setiap pasangan pasti punya perbedaan. Tapi, perbedaan yang kamu punya dengan pacar jauh lebih fundamental. Perbedaan itu jatuh di masalah keyakinan. Ya, bukan hanya sifat atau kebiasaan hidup kalian saja yang berbeda. Kamu dan dia bahkan tidak menyebut Tuhan dengan nama yang sama.

Dalam hubungan beda agama, menunjukkan sikap menghargai – walau hanya lewat tindakan-tindakan kecil – justru berharga sekali. Dengan ini, kamu bisa menunjukkan sikap dewasa dan kepekaan tingkat tinggi.

Jangan paksa dia pindah agama

Tentu dinamika hubungan kalian tak bisa disamakan dengan pasangan-pasangan lainnya. Berbeda dari mereka, kamu dan pacar sering harus mengeluarkan usaha ekstra. Saat menjalani hubungan beda agama, ada beberapa hal yang memang harus lebih diperhatikan.

Atau mungkin tinggalkan saja pada hati nuraninya. Keyakinan memang bisa berganti, tapi ingatlah bahwa apa yang ia peluk saat ini sudah jadi pegangannya sejak ia kecil. Naif jika kamu berpikir kamu bisa dengan mudah membujuknya untuk mengikuti agamamu, apalagi dengan embel-embel cinta. It’s a big no! Jika kamu masih berniat mengubah keyakinannya, sebaiknya kamu jangan mencoba pacaran dengan seseorang yang berbeda keyakinan denganmu saja.

Apapun yang terjadi, agama adalah identitas diri kalian. Jangan dihilangkan dengan melepaskan ritualnya pelan-pelan. Hubungan pacaran yang baik tidak akan menghapus identitas individu yang ada di dalamnya, bukan?

Bawa bercanda bukan berarti mengejek, ya. Kamu bisa bertanya dengan tulus apa yang bikin kamu penasaran tentang kepercayaan dia, tapi berpikiranlah terbuka. Jangan bertanya dengan niatan untuk mengatai atau menertawakan keyakinannya.

Jangan menghindar. Semakin menghindari topik ini, justru kalian semakin mudah tertekan. Milikilah komunikasi yang kuat dan jujur dengan pasanganmu. Isu pernikahan atau pacaran beda agama mungkin masih terlalu tabu untuk dibicarakan apalagi di lingkungan Indonesia. Namun kalian tidak perlu khawatir, jika kalian berdua sudah mendiskusikannya dengan orangtua masing-masing dan mereka mau saling berdampingan

Tipe-tipe pertanyaan ini nih yang bakal sering kalian temui. Nggak cuma dari teman dekat saja; bahkan orang-orang yang tidak terlalu akrab denganmu juga bisa penasaran dan bertanya. Sebelum kamu memutuskan untuk berpacaran dengan seseorang yang berbeda keyakinan, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini. Sehingga ketika pertanyaan ini terlontar dari mulut seseorang, kalian berdua jawabannya sama. Capek menjawab pertanyaan yang kesannya “rese”? Nggak usah kesal, hehe. Jawab aja dengan senyum ringan.

Cobalah untuk tidak makan di depannya saat dia sedang puasa. Jangan menuntut jadwal kencan ketika sudah waktunya ia beribadah. Bahkan kamu juga bisa sesekali bertanya tentang kepercayaannya. Tidak untuk ikut percaya, tentu saja, tapi hanya untuk tahu saja. Toh tak mungkin bisa bertoleransi kalau kamu tak mengerti apa yang dia percaya.

“Kamu kenapa mau pacaran sama yang beda agama sih? ‘Kan ntar repot nikahnya…”, “Emang kamu udah direstuin keluarga?” atau lebih parah lagi, “Ibu dia gak bakal rese ngocehin pacar kamu tiap hari buat putus?”

“Aku tadi udah makan siang, kok. Nggak di depan kamu, soalnya kamu lagi puasa.”

“Awalnya, aku kira kamu nyembah salib. Ternyata aku salah ya… Hehehe.”

“Bedanya ini sama itu apa sih? Kok bisa kayak gitu? Sejarahnya apa?”